29/12/11

Band From Padang Sidempuan dan Desy Drummer (Wanita) : Semoga Sukses, Teruslah Berkarya


Sejumlah grup musik (band) telah lahir di Kota Padang Sidempuan, antara  lain: Mitsuji Band, CRONIXX Band, 33 Derajat Band, dan Boy Egar. Mereka datang dari generasi muda dengan musik pop yang enak didengar (easy listening). Berikut adalah beberapa karya mereka yang lagi ‘ngetop’ di Tapanuli Bagian Selatan saat ini (MP3 gratis, download di http://search.4shared.com)

1. CRONIXX Band, lagu dengan judul: Bintang
2. Mitsuji Band, lagu dengan judul: Menjagamu, Cahaya
Mitsuji Band memiliki seorang drummer (drummer perempuan) penuh talenta yang dikenal dengan nama pop: Desy Drummer or Desy Mitsuji (http://desydrummer.blogspot.com). Kepiawaiannya menggebuk drum tidak kalah dengan anak-anak perempuan sebayanya dari Swedia. Pujian dan salut buat dia telah berdatangan dari berbagai pihak. Lihat penampilan solo drum dari Desy Drummer, berikut::
Yamaha Competition

Melihat penampilan Drummer Wanita ini boleh jadi performancenya di negeri ini bisa dibilang nomor wahid. Perlu diingat Kota Padang Sidempuan jauh sebelumnya telah melahirkan peraih Drummer Pria terbaik tingkat nasional (1991-1994) yang dikenal dengan nama E'el yang nama lengkapnya Muhammad Abdu Elif Ritonga. E'el ini adalah pendiri ADA BAND bersama Baim. ADA BAND (generasi pertama, semasih ada E'el) menghasilkan dua album. Album pertama lagu terpopuler berjudul 'Seharusnya', album kedua lagu terpopuler berjudul "Ough". Setelah keluar dari ADA BAND, E'el memprakarsai berdirinya Bro Band. Konon kabarnya E'el juga yang mengorbitkan grup band UNGU. Lihat data E'el

28/10/11

Irjen Pol Saud Usman Nasution Menjadi Kadiv Humas Polri: Congratulation


Irjen Pol Saud Usman Nasution resmi dilantik menjadi Kepala Divisi Humas Polri hari ini Jumat 28 Oktober 2011 di Ruang Rupatama Mabes Polri, Jakarta,. Upacaya serah terima jabatan (sertijab) itu dipimpin langsung oleh Kapolri, Jenderal Pol Timur Pradopo. Saud Usman Nasution sebelumnya adalah sebagai Staf Ahli Sosial Budaya Polri dan mantan Kepala Datasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri. 

Saud Usman Nasution adalah alumni SMA Negeri 2 Padang Sidempuan yang lulus tahun 1977 dan diterima di Akabri-Pol tahun 1977*. Saud Usman telah menambah daftar panjang dari marga Nasution untuk urusan pertahanan dan keamanan di negeri ini. Saat ini, selain Usman Nasution masih ada Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution (AY Nasution), anak mantan Bupati Tapanuli Selatan (Kolonel Nurdin Nasution), lulusan Akabri 1977 yang tengah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad). Mayjen AY Nasution adalah alumni SMP Negeri 1 Padang Sidempuan. Lihat: "Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution: Like Father, Like Son"
Irjen Pol Saud Usman Nasution (foto: google)

18/09/11

Dicari! Presiden dari Tapanuli Bagian Selatan


Tapanuli Selatan, dulu (1956-998) adalah sebuah kabupaten di wilayah Tapanuli, Provinsi Sumatra Utara. Dalam perkembangan jaman, kabupaten yang tergolong ‘kantong’ kemiskinan di di selatan Sumatra Utara itu menjadi mekar yang kini terdiri dari lima kabupaten/kota, yakni: Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Mandailing Natal, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Kabupaten Padang Lawas. Beberapa tahun terakhir ini, lima kabupaten/kota yang lebih dikenal sebagai Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) muncul gagasan untuk dibentuk sebuah provinsi dengan nama Provinsi Sumatera Tenggara. Sekalipun proses pengajuannya menjadi provinsi sudah di tangan DPR Pusat, namun realisasinya masih belum diketahui secara pasti.

08/09/11

Halal Bi Halal Keluarga Besar Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (TABAGSEL) Se-Jabodetabek

Halal Bi Halal (HBH) Keluarga Besar Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (TABAGSEL) Se-Jabodetabek diselenggarakan pada:

Hari: Minggu 11 September 2011 (mulai jam 08.30 WIB) 
Tempat: Tennis Indoor Senayan Jakarta.

Hiburan: Tortor, Gordang 9, puisi karya Sanusi Pane (unpublish), Artis Tabagsel dan Amigos Band.

Kata Sambutan: 1. Dr. Chairuman Harahap, 2. Dr. Adnan Buyung Nasution, 3. Dr. Fauzi Bowo
Tausyiah: Ust. Solmed (Soleh Mahmued Nasution)


Jumlah Tamu: 5.000 orang
Panitia: Lampiran

31/08/11

Kasih Ibu



Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia.

27/08/11

Olahraga Terbaik untuk Paru-paru adalah Renang


Sumber: detikHealth  (Sabtu, 27/08/2011 08:04 WIB)


Sistem pernafasan dan peredaran darah ke seluruh tubuh yang baik sangat tergantung pada kondisi paru-paru yang sehat. Untuk itu jauhi kebiasaan yang bisa memperburuk paru-paru seperti merokok dan lakukan olahraga yang terbaik untuk paru-paru yaitu renang. American Lung Association menjelaskan manusia mengambil sekitar 20.000 napas per harinya. Setiap napas yang masuk akan melalui sistem pernapasan yaitu hidung, tenggorokan, trakea dan paru-paru. Oksigen dari napas ini akan dialirkan ke seluruh pembuluh darah lalu masuk ke masing-masing sel.

19/08/11

H. Amril Lubis: Ikan Asap Citayam Mengepul Hingga Ritel Moderen



Sumber: detikFinance  (Kamis, 04/08/2011 11:25 WIB)
Jalan hidup seseorang memang tidak pernah ditebak, misalnya seorang pensiunan pegawai negeri sipil dari Pusdiklat Pertamina kini sukses sebagai pengusaha ikan asap. Adalah Amril Lubis, seorang pengusaha ikan asap yang saat ini produk dagangannya sudah sangat terkenal di kalangan peritel modern. Padahal produksi ikannya ia olah dari sebuah kampung di kawasan Citayam Bogor, Jawa Barat. Bayangkan saja, dulunya dia hanya berjualan dari mulut ke mulut atau hanya menjajakan dagangangannya di gerai di pameran-pameran yang diikutinya. "Kalau dibandingkan dengan pedagangan lain yang ngurus surat ini itu waktu mau masuk, saya dulu didatangi ke rumah," ujarnya kepada detikFinance pekan lalu.

05/08/11

Usaha Gula Aren di Tapanuli Bagian Selatan: Perlu Pembinaan yang Intensif untuk Memenuhi Kebutuhan Gula Aren Domestik dan Ekspor


Oleh Ir. Mahmulsyah Daulay


Provinsi Sumatera Utara adalah salah satu daerah penghasil gula aren utama di Indonesia. Baru-baru ini dikabarkan bahwa luas tanaman aren di Provinsi Sumatra Utara tercatat seluas 4.400 Ha yang tersebar di berbagai kabupaten. Merujuk pada informasi dari Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara dengan luas areal tersebut dapat memproduksi gula aren sebanyak 2.708 ton per tahun. Sementara itu, kebutuhan gula aren di Provinsi Sumatra Utara diperkirakan sebanyak 20.000 ton per tahun.  Ini mengindikasikan bahwa kebutuhan gula aren di Provinsi Sumatra Utara masih jauh dari mencukupi. Permintaan gula aren yang demikian besar di Provinsi Sumatra Utara merupakan isyarat adanya prospek yang menjanjikan untuk pengusahaan gula aren. Potensi ini semakin besar jika dikaitkan dengan peluang ekspor ke negara jiran (Malaysia dan Singapura).

Sentra Gula Aren di Sumatra Utara

Salah satu daerah yang potensial untuk usaha gula aren di Provinsi Sumatra Utara adalah daerah Tapanuli Bagian Selatan. Pada masa ini, sekitar 25 persen produksi gula aren yang beredar di Provinsi Sumatra Utara berasal dari Tapanuli Bagian Selatan. Dua kabupaten di Tapanuli Bagian Selatan yang sangat potensial sebagai lumbung gula aren dari dulu adalah Kabupaten Tapanuli Selatan dan Kabupaten Mandailing Natal. Bahkan Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara telah mencanangkan dua kabupaten tersebut sebagai sentra pengembangan gula aren menjadi gula semut (brown sugar).   


30/07/11

Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution: Like Father, Like Son


Mayjen TNI Azmyn Yusri Nasution, AY Nasution, anak mantan Bupati Tapanuli Selatan, lulusan Akabri 1977, ditetapkan sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) menggantikan Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo yang kini menjabat Kepala Staf Angkatan Darat. Penetapan mantan Asisten Teritorial Panglima TNI menjadi Pangkostrad didasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor: Kep/584/VII/2011 tanggal 25 Juli 2011, tentang Pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI. Mayor Jenderal TNI. H.Azmyn Yusri Nasution  sebelumnya menjabat sebagai Komandan Pusat Teritorial TNI AD dan sebelumnya sebagai Pangdam Cenderawasih Papua.

10/07/11

Kolonel Inf Syamsul Rizal Harahap dan Kombes Pol Drs Marsauli Siregar




Kolonel Inf. Syamsul Rizal Harahap kini menjabat di Kodam XII/Tanjungpura. Sebelumnya dia menjabat sebagai Danrem 052/Wijayakrama Jakarta dan pernah menjabat di Badan Intelijen Strategis (Bais).  Sementara Kombes Pol. Drs Marsauli Siregar, SH kini menjadi Dir Reskrim Polda Sulteng. Sebelumnya menjabat sebagai Wadir Reskrim. Sebelumnya beliau adalah Kasat I Reskrim Polda Bali dan sebelumnya sebagai Kapolres Klungkung, Bali (pangkat AKBP).

Syamsul Rizal Harahap dan Marsauli Siregar adalah dua alumni SMA Negeri 1 Padang Sidempuan (sama-sama lulus tahun 1980). Mereka berdua diterima di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) tahun 1980, yang mana Syamsul Rizal memilih Akabri-AD dan Marsauli memilih Akabri-Pol. Setelah lulus, Marsauli ditugaskan pertamakali di Kapolresta Bogor sebagai Kasat Serse.

09/07/11

Letjen Achmad Rivai Harahap dan Kegiatan Pramuka di Tapanuli Bagian Selatan: Sebuah Catatan Tentang Jambore Nasional dan Raimuna Nasional


Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Kepramukaan dinyatakan bahwa  gerakan pramuka adalah organisasi yang dibentuk oleh pramuka untuk menyelenggarakan pendidikan kepramukaan. Gerakan pramuka bertujuan untuk membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. Pendidikan kepramukaan dilaksanakan berdasarkan pada nilai dan kecakapan dalam upaya membentuk kepribadian dan kecakapan hidup pramuka.

Pendidikan kepramukaan dalam Sistem Pendidikan Nasional termasuk dalam jalur pendidikan nonformal yang diperkaya dengan pendidikan nilai-nilai gerakan pramuka dalam pembentukan kepribadian yang berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup. Jenjang pendidikan kepramukaan terdiri atas jenjang pendidikan:
  1. siaga
  2. penggalang
  3. penegak dan
  4. pandega
Kegiatan pendidikan kepramukaan dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan spiritual dan intelektual, keterampilan, dan ketahanan diri yang dilaksanakan melalui metode belajar interaktif dan progresif. Metode belajar interaktif dan progresif diwujudkan melalui interaksi:
  1. pengamalan kode kehormatan pramuka
  2. kegiatan belajar sambil melakukan
  3. kegiatan yang berkelompok, bekerja sama, dan berkompetisi
  4. kegiatan yang menantang
  5. kegiatan di alam terbuka
  6. kehadiran orang dewasa yang memberikan dorongan dan dukungan
  7. penghargaan berupa tanda kecakapan; dan
  8. satuan terpisah antara putra dan putri.

29/06/11

IMATAPSEL dan IKAPADA: Ikatan Warga Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel)


Oleh Akhir Matua Harahap


Masyarakat kita merupakan masyarakat yang terdiri dari organisasi-organisasi. Kita dilahirkan di dalam organisasi, dididik melalui organisasi dan hampir semua dari kita melewati masa hidup dengan bekerja untuk kepentingan organisasi. Kita juga memanfaatkan sebagian waktu senggang untuk kegiatan membeli, bermain maupun berdoa di dalam organisasi. Selain itu, sebagian besar umat manusia akan meninggal di dalam organisasi, dan apabila saatnya tiba untuk dimakamkan, maka organisasi yang terbesar—yaitu Negara—mau tidak mau harus memberikan izin resmi1.

Organisasi adalah unit social (atau pengelompokkan manusia) yang sengaja dibentuk dan dibentuk kembali dengan penuh pertimbangan dalam rangka mencapai tujuan-tujuan tertentu. Unit social terkecil adalah keluarga dan unit social terbesar adalah negara. Kumpulan dari individu atau keluarga yang lebih besar seperti ‘parsadaan marga’, OSIS,  Ikatan pelajar/mahasiswa, RT/RW, kelurahan, Kabupaten/Kota dan Provinsi.

***
Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan adalah masyarakat yang termasuk secara sadar dan terbiasa hidup dalam organisasi. Secara social-budaya, ciri-ciri ini sudah sejak dari ‘doeloe’ terbentuk dalam lingkup organisasi marga (dalam konteks core culture, dalihan na tolu). Oleh karena itu, pada masa kini, terbentuknya organisasi tradisi dalam wujud genealogis ‘parsadaan marga[…]dohot anak boru na’ pada masing-masing marga, bukanlah hal yang baru. ‘Parsadaan’ (atau persatuan) menjadi semacam ikatan baru khususnya di perantauan yang dibentuk kembali untuk mengimbangi ‘suasana hati’ yang tidak mungkin ditemui dalam organisasi social modern.

17/06/11

Mara Oloan Siregar, Ongku P. Hasibuan dan Syarlan K. Marbun: Trio ITB dari Padang Sidempuan

Mara Oloan Siregar, Ongku P. Hasibuan dan Syarlan K. Marbun adalah tiga tokoh Tapanuli Bagian Selatan pada masa ini. Ketika tokoh ini merupakan alumni SMA di Padang Sidempuan. Mereka bertiga memulai pendidikan tinggi di Institut Teknologi Bandung. Mereka bertiga adalah sama-sama diterima di Fakultas Teknik ITB pada tahun 1977 (Angkatan 77). Mara Oloan Siregar mengambil bidang planologi (PL), Syarlan Khairuddin Marbun bidang geologi (GL) dan Ongku Parmonangan Hasibuan bidang elektro (EL).

Ir. Ongku Parmonangan Hasibuan, MM.

Ongku P. Hasibuan pernah menjabat sebagai Bupati Tapanuli Selatan pada periode 2005-2010 yang lalu. Sebelum memangku jabatan bupati,  beliau adalah Direktur Utama (CEO) Cegelec, sebuah perusahaan minyak multinasional. Kini, setelah tidak menjabat (tidak terpilih lagi untuk periode kedua), beliau kembali bidang pekerjaannya semula di Jakarta.

12/06/11

Ahmad Darobin Lubis dan Sofyan Husein Siregar: Satu SMA di Padang Sidempuan dan Sama-Sama Meraih Doktor di Jepang


Ahmad Darobin Lubis (lahir di Tapanuli Selatan 3 Januari 1967) dan Sofyan Husein Lubis (lahir di Tapanuli Selatan 23 Januari 1968) adalah dua akademisi bergelar doktor dari Jepang. Mereka berdua berasal dari SMA yang sama: SMA Negeri 1 Padang Sidempuan (lulus 1985). Mereka sama-sama mendapat gelar sarjana (Ir) dari Institut Pertanian Bogor (IPB): Ahmad Darobin Lubis di Fakultas Peternakan dan Sofyan Husein Siregar di Fakultas Perikanan.

Aneh tapi nyata. Setelah masing-masing lulus sarjana mereka berpisah dengan mengambil ‘jalan’  yang berbeda. Ahmad Darobin memulai karir sebagai dosen di Fakultas Peternakan IPB sedangkan Sofyan Husein sebagai dosen di Fakultas Perikanan Universitas Riau (UNRI). Namun, pada akhirnya mereka sama-sama mengikuti program doktor di Negara yang sama: Jepang. Ahmad Darobin Lubis di Hirosima University dengan minat pengolahan pakan (lulus 2007) sedangkan Sofyan Husein Siregar di Kyoto University dengan minat ekologi laut (lulus 2002).

Dosen muda berperestasi. Mereka berdua di kampusnya masing-masing, tidak hanya sebagai dosen muda berprestasi, juga berada pada jabatan struktural. Ahmad Darobin Lubis kini menjabat sebagai Kepala Bidang Audit Akademik Kantor Audit Internal IPB dan Sofyan Husein Siregar sudah beberapa periode menjabat sebagai Ketua Program Studi (Ka Prodi) Ilmu Kelautan Fakultas Perikanan UNRI.

06/06/11

Prof. Ir. Hermanto Siregar, MEc., PhD : Wakil Rektor IPB, Ekonom dan Tokoh Tapanuli Bagian Selatan


Hermanto Siregar adalah akademisi yang sempurna. Jabatan akademisnya saat ini adalah sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi IPB di Department of Economics, Faculty of Economics and Management IPB Bogor. Sebagai dosen dia juga aktif sebagai peneliti. Hermanto Siregar adalah seorang peneliti yang disegani teman-temannya. Minat utamanya adalah Econometrics, Macroeconomics dan Advance Macroeconomics. Beliau juga aktif dalam berbagai organisasi profesi seperti ISEI, Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia dan pernah menjabat Sekretaris Jenderal di Asia Pacific Agriculture Policy Forum. Karirnya yang cepat di bidang akademik turut memperkuat positioningnya untuk menjabat dalam berbagai jabatan publik.

03/06/11

Chaidir Ritonga: Politikus, Pebisnis dan Penulis Sejati

Chaidir Ritonga lahir 13 Januari 1962 dan dibesarkan di Padang Sidempuan. Di kota salak ini, Chaidir menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah sebelum akhirnya menempuh pendidikan tinggi di Kota Bogor. Di kota hujan ini, Chaidir tidak hanya menekuni dengan sangat serius perkuliahan di Institut Pertanian Bogor, tetapi juga secara intensif menaruh perhatian terhadap dunia informasi seluas-luasnya. Energinya yang cukup berlebih, memungkinkannya bisa membagi waktu untuk berpartisipasi dalam bidang keorganisasian mahasiswa, baik di dalam kampus, antara lain  (sebagai Sekjen BPM, DPRnya) Himpunan Mahasiswa Fakultas Ferikanan, maupun di luar kampus, antara lain (Pengurus) HMI Cabang Bogor  dan (Wakil Ketua) Imatapsel Bogor.

Kini, Chaidir Ritonga telah matang sepenuhnya menjadi Manusia Indonesia seutuhnya. Ia tidak hanya konsisten dalam kompetensinya, baik dalam dunia bisnis (pebisnis) di bidang  perikanan tetapi juga tetap menjaga dirinya sebagai seorang akademisi tulen (yang telah mendapat pendidikan doktor), yang di dalam waktu senggangnya tidak pernah berhenti memproduksi tulisan untuk menyebarkan informasi bagi masyarakat luas. Karakteristik dasar yang dimilikinya itu (penulis), membuat penampilannya sebagai anggota dewan di Pemerintahan Sumatera Utara terasa berbeda dibanding anggota-anggota dewan (politisi) lainnya. Yang menarik, perhatianya terhadap Tapanuli Bagian Selatan tidak pernah luntur dari dulu hingga pada masa ini. Semboyan ‘dari huta ke huta’ pas bagi dirinya dan cocok dalam konteks pembangunan nasional di Sumatera Utara: ‘Marsipature Hutana Be’.

02/06/11

RSBI SMAN 2 Plus Sipirok: Upaya Merintis Kembali Kejayaan Pendidikan di Tapanuli Bagian Selatan

SMAN 2 Plus Sipirok merupakan satu-satunya sekolah (SMA) yang menyandang predikat standar Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) di Tapanuli Bagian Selatan. SMA RSBI lainnya terdapat di wilayah Tapanuli Tengah (SMAN 1 Matauli) dan wilayah Tapanuli Utara (SMAN 2 Balige). Di Propinsi Sumatera Utara sendiri hanya terdapat sepuluh SMA berstatus RSBI, lima lainnya terdapat di Medan (SMA Sutomo 1 Medan dan SMAN 1 Medan), dan masing-masing satu buah di Kisaran (SMAN 2), Sidikalang (SMAN 1),Brastagi (SMAN 1), Lubuk Pakam (SMAN 1) dan Lupuk Pakam (SMAN 1).

01/06/11

Pertambangan Mineral Logam Emas dan Batuan di Tapanuli Bagian Selatan: Seberapa Besar Potensinya?

Kandungan mineral logam (khususnya emas dan perak) sudah sejak lama tersimpan di daerah Tapanuli Bagian Selatan, tepatnya di Kabupaten Tapanuli Selatan,  Kabupaten Mandailing Natal dan Kabupaten Padang Lawas. Secara khusus, deposit emas yang sangat besar di Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan, sekalipun kegiatan eksplorasi sudah dilakukan dalam dua dekade terakhir ini, namun baru dua tahun terakhir menunjukkan titik terang ke fase produksi (eksploitasi). Sementara itu potensi batuan (seperti pasir dan kerikil) merupakan kekayaan lain yang penyebarannya cukup merata di Tapanuli Bagian Selatan tetapi hanya sejumlah desa di kecamatan tertentu yang dapat dianggap sebagai lumbung yang potensial.

Deposit Emas Batangtoru

Sejauh ini, potensi deposit emas terbesar di Tapanuli Bagian Selatan terdapat di Kecamatan Batangtoru. Sebagaimana diketahui di lokasi proyek tambang Martabe memiliki deposit yang dapat diproduksi diperkirakan sebanyak 6,5 ton emas dan perak 66,4 ton per tahun selama 10 tahun ke depan. Namun yang sudah dipastikan, cadangan emasnya sekitar 2,7 ton dan perak 32,8 ton. Pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang sekarang di proyek Martabe adalah G-Resources Group Limited Hongkong (yang sebelumnya dikuasai oleh  Aginrcourt, Australia seluas).

29/05/11

Arif Siregar: Presiden Direktur PT. Inco dan Tokoh Pertambangan Nasional yang Visioner



Arif Siregar lahir di Padang Sidempuan 19 Desember 1952. Sejak 2006, Arif Siregar menjabat sebagai Presiden Direktur (CEO) PT Internasional Nikel Indonesia (Inco) Tbk. Sebelumnya ia adalah Presiden Direktur PT Kelian Equatorial Mining (KEM), Grup Rio Tinto (2003-2006) dan Wakil Presiden Direktur PT Rio Tinto Indonesia (2003).

Riwayat pendidikan

Sejak kuliah di tahun pertama di ITB (1973), dunia tambang sudah mulai mendarah daging di dalam dirinya. Awalnya Arif Siregar tak langsung memilih jurusan Teknik Pertambangan, karena memang belum ada penjurusan kala itu. Namun ketika naik ke tingkat dua, Arif mengikuti psikotes dan hasilnya Arif ditawari tiga jurusan: Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, atau Teknik Kimia. Dia tak ingin semuanya, karena lebih menyukai fisika murni, dan tak menyukai kimia. Tapi dosennya menyarankan untuk mengambil teknik pertambangan, karena juga mempelajari fisika.

28/05/11

Persebaran Prasarana dan Kegiatan Berbagai Cabang Olahraga di Tapanuli Bagian Selatan


Tapanuli Bagian Selatan dimasa lalu termasuk tempat yang ideal dalam ‘pembibitan’ usia dini dan ‘gudang’ olahragawan berprestasi di tingkat provinsi maupun tingkat nasional. Potensi Tapanuli Bagian Srlatan untuk sekadar menyebut nama, sebut saja misalnya Raja Nasution (atlet renang), Parluatan Siregar (atletik), petinju-petinju tangguh khususnya kelas berat dan lain sebagainya yang telah mengharumkan nama daerah. Juga, pemain sepakbila yang tergabung dalam tim sepakbola dengan nama klub Persitas (Persatuan Sepabola Indonesia Tapanuli Selatan). Namun kini, semua itu hanya kenangan dan atlet-atlet asal Tapanuli Bagian Selatan seakan sulit menunjukkan prestasi dan mampu meraih kemenangan di tingkat daerah apalagi tingkat nasional.

Olahraga sepakbola adalah cabang olahraga paling pupuler di Tapanuli Bagian Sealatan. Dulu, stadion sepakbola bernama Stadion Naposo tidak kalah sibuknya dengan Stadion Teladan di Medan. Stadion Naposo di masa lalu menjadi pusat prestasi pemain sepakbola daerah di selatan Sumatra Utara. Stadion Naposo menjadi semacam Gelora Bung Karno di Tapanuli Bagian selatan, dimana semua klub dari semua kecamatan melakukan kompetisi secara regular di stadion ini. Pemain-pemain terbaik dari klub kecamatan menjadi punggawa Persitas untuk unjuk gigi diantara berbagai klub kabupaten yang ada di Sumatra Utara. Pada tahun 1979, saya masih ingat bagaimana pertahanan Persitas tidak bisa ditembus oleh penyerang-penyerang Pardedetex (anggota klub Galatama) dan sebaliknya penyerang-penyerang Persitas mampu mebombardir gawang Pardedetex.

27/05/11

Bandara Aek Godang: Prasarana Untuk Mempercepat Akses dari dan ke Tapanuli Bagian Selatan

Bandara Aek Godang adalah salah satu dari tujuh bandara yang ada di Sumatra Utara. Selain, Bandara Polonia (MES, Kode IATA) yang direncanakan relokasi ke Kuala Namu yang masuk kategori bandara kelas satu dengan status bandara internasional dibawah naungan PT Angkasa Pura II (persero), enam bandara lainnya hanya dikategorikan sebagai bandara perintis yang berada dibawah kendali UPT Dirjen Pehubungan (sekelas perum).  Bandara Aek Godang (AEG) bersama dengan Bandara Pinangsori (SIX) di Tapanuli Tengah dan Bandara Binaka (GNI) di Nias saat ini dikategorikan sebagai bandara kelas tiga.

25/05/11

Gus Irawan Pasaribu: Bankir, Ketua KONI dan Pemain Sepak Bola


Gus Irawan Pasaribu adalah seorang yang di dalam dirinya terbentuk banyak talenta dan memiliki nilai plus di dalam karirnya. Gus Irawan yang lahir 31 Juli 1964 dan dibesarkan di Kota Padang Sidempuan saat  ini menjabat sebagai Direktur Bank Sumut dan Ketua KONI Sumut. Dia tangkas dalam beberapa cabang olahraga, seperti golf, futsal, sepakbola, tenis, jetski, boling, dan renang dan juga memiliki kepemimpinan yang didukung keahlian yang baik dalam bidang manajemen dan keuangan. Semua talenta dan keahlian yang dimilikinya menjadikannya sebagai Direktur Utama Bank Sumut selama 12 tahun (2000-sekarang) dan dipercaya sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut untuk dua periode (2007-2011) dan terpilih kembali 2011-2016).


Bankir berprestasi

Karirnya dibidang perbankan terbilang mulus dan cepat. Sebagai Direktur Utama Bank Sumut ia menjadi direktur utama termuda di umur 36 tahun di bank pembangunan daerah (BPD) bahkan dirut termuda di BPD seluruh lndonesia. Karir pantastiknya dimulai ketika umur32 tahun, ia sudah dipercaya menduduki posisi struktural sebagai kepala seksi meski baru enam bulan menjadi pegawai pelaksana di bank tersebut. Saat itu, September 1990, ia tercatat sebagai kepala seksi termuda di lingkungan Bank Sumut. Dalam rentang waktu enam tahun ia sudah menduduki posisi pimpinan cabang (Kepala Bank Sumut Cabang Tebing Tinggi) tahun1996 yang  tercatat sebagai pimpinan cabang termuda di lingkungan bank pembangunan daerah (BPD).

02/05/11

Sejarah Pemerintahan di Tapanuli Bagian Selatan: Dari Zaman Huta (Luhat) Hingga Zaman Desa (Urban)


* Dikompilasi dari berbagai sumber


Apa Itu Huta?

Di Tanah Batak--khususnya Tapanuli Bagian Selatan--jauh sebelum masuknya pengaruh asing, sudah  terdapat banyak komunitas kecil yang disebut sebagai huta. Setiap huta (village) dipimpin oleh seorang raja dengan gelar Raja Pamusuk (RP). Setiap huta ini mempunyai sistem pemerintahan sendiri yang secara tradisional berdiri secara otonom. Sejumlah huta yang berdekatan secara teritorial dan terkait hubungan darah (genealogis) membentuk sebuah kawasan adat yang disebut luhat yang dipimpin oleh Raja Panusunan Bulung (RPB). Dalam menjalankan pemerintahan huta dan luhat para RP dan RPB mengacu pada sistem adat Batak yang mengatur sedemikian rupa dengan berlandaskan prinsip kekerabatan ‘dalihan na tolu’. RPB dipilih dari antara Raja Pamusuk yang terdapat dalam luhat, khususnya dari pihak turunan ‘sipungka huta’ (yang membuka huta) di dalam luhat yang bersangkutan. RPB ini selain sebagai kepala pemerintahan, juga sekaligus menjadi pengetua adat atau Raja Adat yang memimpin berbagai kegiatan seperti keagamaan, social hingga kegiatan ekonomi di seputar kawasan luhat yang menjadi wilayah kekuasaannya.

22/04/11

Universitas Graha Nusantara (UGN) Padang Sidempuan: ‘Rumah Pendidikan’ Bagi Anak Negeri di Tapanuli Bagian Selatan



UGN: Menuju Status PTN

Universitas Graha Nusantara (UGN) Padang Sidempuan tengah bersiap-siap untuk beralih status dari perguruan tinggi swasta (PTS) menjadi perguruan tinggi negeri (PTN). Keinginan untuk mengubah status UGN ini dari swasta menjadi negeri didukung sepenuhnya oleh lima  daerah kabupaten/kota yang ada di Tapanuli Bagian Selatan.

Dasar pemikiran perubahan status tersebut didasarkan atas tingginya jumlah siswa di wilayah Tapanuli Bagian Selatan yang menamatkan studinya dan tingginya jumlah siswa yang melanjutkan pendidikan ke PTN di luar daerah. Diharapkan dengan dinegerikannya UGN maka Universitas Anak Negeri ini akan mendampingi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang sudah ada Padang Sidempuan.

20/04/11

Harimau, Orang Utan dan Gajah di Tapanuli Bagian Selatan: Mari Kita Lindungi dan Awasi

*Dikompilasi dari berbagai sumber

Daftar binatang langka di Indonesia semakin panjang. Binatang (hewan) langka merupakan spesies yang memiliki resiko akan punah baik punah di alam liar (extinct in the wild) ataupun sepenuhnya punah (extinct). Hewan-hewan dinyatakan langka  berdasarkan rasio jumlah spesies (populasi) dan berdasarkan daerah persebaran (habitat). Di Indonesia, binatang-binatang langka semakin banyak. Daftar satwa di Indonesia yang dilindungi ini didasarkan atas Peraturan Pemerintah (PP) Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Berdasarkan PP tersebut sedikitnya terdapat 70 spisies mamalia, 93 aves (burung), 29 reptil, 20 serangga (insecta), 7 ikan (pisces), 1 antrozoa, dan 13 bivalvia. Tiga satwa mamlia yang harus dilindungi yang terdapat di Tapanuli Bagian Selatan adalah harimau, orang utan dan gajah.

16/04/11

Sungai Barumun: ‘Jalan Sutra’ Via Daerah Candi Menuju Sumber Ekonomi di Tapanuli Bagian Selatan

*Dikompilasi dari berbagai sumber
Sungai Barumum merupakan jalur transportasi melalui sungai yang terpenting di masa lalu dari pantai timur Sumatra di Labuhan Bilik, Kabupaten Labuhan Batu Selatan ke daerah pedalaman di Tapanuli Bagian Selatan (peta Sungai Barumun). Anak Sungai Barumun yang pertama di daerah hilir Sungai Barumun adalah Sungai Bilah. Anak-anak Sungai Barumun di daerah hulu adalah Sungai Kanan (bercabang di Langgapayung), Sungai Batang Pane (bercabang di Binanga), dan Sungai Sihapas (bercabang di Barumen Tengah) dan Sungai Aek Sangkilon. Keempat anak Sungai Barumun di hulu ini bersumber dari daerah pegunungan sepanjang Bukit Barisan.
  • Hulu Sungai Kanan yang melewati Kota Langgapayung di Kabupaten Labuhan Batu Selatan berada di daerah Gunung Tampulon Anjing di Kecamatan Simangambat Kabupaten Padang Lawas Utara.
  • Hulu Sungai Sihapas yang melewati Kecamatan Sosopan, Kabupaten Padang Lawas dan Kota Aek Godang di Kecamatan Hulu Sihapas, Kabupaten Padang Lawas Utara berada di daerah Gunung Sibual Buali di Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.
  • Hulu Sungai Batang Pane yang melewati Kota Gunung Tua Kecamatan Batang Onang Kabupaten Padang Lawas Utara berada di daerah Gunung Tampulon Anjing di Kecamatan Aek Bilah Kabupaten Tapanuli Selatan. Anak Sungai Batang Pane adalah Sungai Aek Sirumambe yang bercabang di Desa Portibu Julu, Kecamatan Portibi, Kabupaten Padang Lawas Utara.

12/04/11

Daftar Nama Baru Jalan di Kota Padang Sidempuan


Sejumlah jalan di Kota Padang Sidempuan telah mengalami penggantian nama.  Hal ini didasarkan adanya Peraturan Daerah (Perda) No. 12 Tahun 2005 tentang Nama-Nama Jalan di Kota Padang Sidempuan. Dari  228 nama jalan yang ada sekarang sebagian diantaranya berganti nama dengan nama baru. Berikut disajikan nama-nama jalan yang diganti tersebut.

Kecamatan Padang Sidempuan Utara

  • Jalan Merdeka menjadi Jalan Jenderal Sudirman.
  • Jalan Jenderal Sudirman menjadi Jalan Kapten Koima (Ruas mulai dari simpang jalan topi sampai simpang jalan Sitombol/Diponegoro) dan menjadi Jalan Serma Liong Kosong (Ruas mulai simpang jalan Sitombol/Diponegoro ke depan rumah dinas walikota)

09/04/11

Willem Iskander dan Lahirnya Tokoh-Tokoh Sastrawan Nasional dari Tapanuli Bagian Selatan



*Dikompilasi dari berbagai sumber

Willem Iskander

Sati gelar Sutan Iskandar yang namanya kemudian dikenal sebagai Willem Iskander lahir di Pidoli Lombang pada bulan Maret 1840. Ibunya Si Anggur boru Lubis dari Rao-rao dan ayahnya Raja Tinating, Raja Pidoli Lombang. Pada usia 13 tahun, 1853, Sati masuk sekolah rendah dua tahun yang didirikan Godon di Panyabungan. Alexander Philippus Godon (1816-1899) adalah Asisten Residen Mandailing Angkola, 1848-1857 dari pihak Belanda pasca Perang Paderi yang merancang dan membangun mega proyek jalan ekonomi dari Panyabungan ke pelabuhan Natal sepanjang 90 Km.

Begitu lulus, 1855, Sati diangkat menjadi guru di sekolahnya. Barangkali Willem Iskander lah guru formal termuda, 15 tahun, dalam sejarah pendidikan Indonesia. Pada saat yang sama ia juga diangkat oleh Godon menjadi juru tulis bumiputera (adjunct inlandsch schrijfer) di kantor Asisten Residen Mandailing Angkola di Panyabungan. Jabatan guru dan juru tulis itu dijabatnya dua tahun, menggantikan Haji Nawawi yang berasal dari Natal, sampai menjelang keberangkatannya ke Negeri Belanda bersama Godon, Februari 1857.

04/04/11

Surat Kabar di Padang Sidempuan ‘Tempo Doeloe’ dan Lahirnya Tokoh-Tokoh Pers Nasional dari Tapanuli Bagian Selatan

*Dikompilasi dari berbagai sumber

Awal munculnya surat kabar di Tapanuli bermula di Padang Sidempuan. Pada tahun 1914 tidak lama setelah Rajiun Harahap gelar Sutan Casayangan Soripada kembali dari negeri Belanda, maka diterbitkanlah sebuah surat kabar berbahasa Batak di Padang Sidempuan yang bernama Poestaha. Pada kepala surat kabar tersebut terdapat pernyataan Sutan Casayangan: ‘na ni togoe-togoe ni naoeli boeloeng Soetan Casayangan Soripada’.

Semarak persuratkabaran di kota tersebut semakin terasa ketika sejumlah individu semakin menyadari banyaknya ketidakadilan bagi pribumi oleh pemerintah kolonial Belanda di Padang Sidempuan dan sekitarnya. Tumbuh kesadaran, nasionalisme semakin menguat. Seorang pemuda namanya Parada Harahap, yang sejak masih kanak-kanak sudah mengenal surat kabar Poestaha merasa tidak puas tinggal di Medan. Dari perantauan ia kembali ke Padang Sidempuan dan menjadi pemimpin redaksi surat kabar Poestaha.

03/04/11

Pembukaan Jalan Baru di Tapanuli Bagian Selatan: Pengintegrasian Kembali Berbagai Fungsi Kabupaten/Kota Selama dan Setelah Masa Pemekaran

 
*Dikompilasi dari berbagai sumber

Pemekaran Kabupaten Tapanuli Selatan sempat ada kekhawatiran bahwa daerah-daerah kabupaten/kota akan mengalami gaya sentripetal dimana antar satu kecamatan dengan kecamatan lainnya yang dekat semakin dekat dan yang jauh semakin jauh. Pemekaran membawa implikasinya sendiri. Kini, dimasa pasca pemekaran keinginan untuk mengintegrasikan kembali kecamatan-kecamatan yang dulunya terpisah satu sama lain semakin dimungkinkan yang berjauhan semakin terasa lebih dekat. Kebutuhan pembukaan jalan baru dan realisasinya semakin mendesak agar  proses integrasi berbagai aspek di Tapanuli Bagian Selatan semakin terwujud.

Manfaat langsung dari pengintegrasian Tapanuli Bagian Selatan melalui pembukaan jalan baru dan rehabilitasi jalan yang sudah ada adalah memungkinkan terselenggaranya dengan baik hubungan sosial (adat istiadat) antar pemangku huta di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Manfaat tidak langsung adalah terjadinya perubahan arus orang dan barang antar kabupaten dan antar kecamatan,  reintegrasi fungsi-fungsi pendidikan dan kesehatan di wilayah Tapanuli Bagian Selatan, dan memungkinkan lebih cepatnya isolasi huta ke pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, serta memberi jalan agar pengentasan kemiskinan lebih cepat tercapai.

30/03/11

Penduduk Daerah ‘Siladang’ di Panyabungan: Tak Kenal Maka Tak Sayang


*Dikompilasi dari berbagai sumber

Staf peneliti Balai Bahasa Medan (BBM), Anharuddin Hutasuhut mengindikasikan bahwa di daerah Mandailing terdapat bahasa daerah kedua yakni 'Bahasa Siladang'. Penutur Bahasa Siladang, menurutnya pernah diisukan terancam punah akibat semakin sedikit penutur bahasa tersebut. Namun setelah dilakukan penelitian secara komprehensif oleh BBM (2009), ternyata penutur bahasa tersebut masih cukup banyak--suatu bahasa dapat dikatakan terancam punah kalau penuturnya kurang dari 500 orang, sementara penutur Bahasa Siladang lebih dari dua ribu orang.

Di Desa Aek Banir dan Desa Sipaga-paga Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal hingga masa ini, bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa ‘Mandailing Siladang' yang sedikit berbeda dengan bahasa Mandailing. Bahasa Siladang intonasi bahasanya selalu mamakai huruf "o dan e". Sebagai contoh: "pala to sonnari pabilo dope" (versi Bahasa Mandailing: "pala inda sannari andingan dope") yang artinya  "kalau tidak sekarang kapan lagi". [lihat beberapa kosa kata lain pada bagian akhir tulisan]. Munurut laporan Butar-Butar (1984) bahwa penutur Bahasa Siladang pada tahun 1982 berjumlah sekitar 1.200 orang. Berdasarkan laporan J. Kreemer (1912) dalam De Loeboes in Mandailing dinyatakan bahwa orang Lubu yang menjadi cikal bakal penduduk Siladang pada masa kini, dulunya mendiami  11 pemukiman yang mencakup daerah Padang Lawas dan Mandailing. Pada saat dilakukan pendataan pada tahun 1891 jumlah masyarakat Lubu tercatat sebanyak  2.033 jiwa.

29/03/11

Pahlawan Nasional ADAM MALIK

Oleh Basyral Hamidy Harahap


Fabel Sang Pelanduk atau Si Kancil dalam khasanah sastra lama, memperlihatkan kecerdikan Si Kancil dalam berhadapan dengan makhluk besar seperti gajah, buaya dan harimau. Tak pernah Si Kancil dibina atau direkrut oleh binatang buas seperti buaya, gajah, harimau dan lain-lain. Justru sebaliknya, Si Kancil yang cerdik itu menjinakkan dan memanfaatkan hewan-hewan besar dan buas itu untuk meraih cita-citanya.

Si Kancil adalah julukan Si Bung, panggilan akrab Adam Malik (Pematang Siantar, 22 Juli 1917 - Bandung, 5 September 1984), karena ia seringkali mengamalkan gaya Si Kancil dalam mengatasi berbagai masalah bangsa yang pelik. Itulah sosok seorang nasionalis sejati yang lahir dan dibesarkan dalam kultur orang Mandailing yang kuat mengajarkan bahwa harta paling mahal setelah keimanan adalah pendirian. Kedua harta termahal itu tak pernah digadaikan apa pun tantangannya.

WILLEM ISKANDER (1840-1876): Pelopor Pendidikan dari Sumatera Utara

Oleh Basyral Hamidy Harahap


Sati Nasution gelar Sutan Iskandar


Baginda Mangaraja Enda, generasi III Dinasti Nasution, mempunyai tiga orang isteri yang melahirkan raja-raja Mandailing. Isteri pertama boru Lubis dari Roburan yang melahirkan putera mahkota Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar. Baginda Mangaraja Enda menobatkan Sutan Kumala Sang Yang Dipertuan Hutasiantar menjadi raja di Hutasiantar dengan kedudukan yang sama dengan dirinya.

Isteri kedua, boru Hasibuan dari Lumbanbalian yang melahirkan empat orang putera yang kelak menjadi raja. Mereka adalah Sutan Panjalinan raja di Lumbandolok, Mangaraja Lobi raja di Gunung Manaon, Mangaraja Porkas raja di Manyabar dan Mangaraja Upar atau Mangaraja Sojuangon raja di Panyabungan Jae.

26/03/11

Kota Sipirok, Ibukota Kabupaten Tapanuli Selatan: Harapan Desa-Desa Terpencil di ‘Luat Harangan’ di Kecamatan Sipirok


Oleh Akhir Matua Harahap

[Luat Harangan’ yang terdiri dari Desa Pargarutan, Siharbogoan, Panaungan, Gadu, Pangaribuan, Sialang, Liang, Appolu, Saba Tombak, dan Hasahatan di Kecamatan Sipirok merupakan daerah yang sangat tertinggal dibandingkan daerah lain di Kabupaten Tapanuli Selatan. Sebagian besar moda transportasi masih menggunakan kuda, sebab infrastruktur jalan yang sangat buruk, kondisi jalan sampai Desa Gadu masih berbatu dan setelahnya adalah jalan tanah]. Demikian Faisal Reza Pardede, Ketua Naposo Nauli Bulung Napa-Napa ni Sibualbuali Sipirok (NNBS) memulai tulisannya. Seorang anak muda enerjik yang cukup jeli memperhatikan kondisi ‘kebawah’ ketika sebagian besar para pemuda lebih terbiasa melihat ‘keatas’. Baca: Laskar "Pelangi" dari Sipirok Merantau Menuju Medan

Semangat anak muda tersebut mengingatkan saya ketika masa-masa muda—yang dimulai sejak SMA (aktif sebagai Ketua OSIS) dan  aktif sebagai  pandu di Tapanuli Selatan (pernah menjadi sebagai Sekretaris Dewan Kerja Cabang (DKC) Pramuka Kabupaten Tapanuli Selatan dan Ketua Regu Putra Kontingen Pramuka Kabupaten Tapanuli Selatan ke Raimuna Nasional di Cibubur 1981) serta di perguruan tinggi (pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Tapanuli Selatan/IMATAPSEL). Pada masa-masa itu saya dan kawan-kawan kerap country road ke desa-desa terpencil. Misalnya hiking menelusuri sejumlah desa-desa di lereng sebelah barat Gunung Lubuk Raya yang dikenal sebagai Kecamatan Marancar pada masa ini. Juga pernah menelusuri desa-desa di pantai barat yang kini dikenal sebagai Kecamatan Batahan. 

22/03/11

Daerah Padang Lawas Jelang Sensus Ternak 2011: Howdy!


Oleh Akhir Matua Harahap

Padang Lawas adalah sebuah kawasan yang sebelumnya masuk bagian Kabupaten Tapanuli Selatan yang sejak dulu dikenal sebagai daerah penghasil ternak yang terbentang dari daerah hulu Gunungtua hingga ke Sibuhuan dan Sosa di perbatasan Riau. Kawasan ini terbilang khas karena  memiliki prairie (padang sabana) bagaikan Texas-nya di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Kini, di kawasan itu telah terbentuk dua daerah otonomi sesuai dengan UU No 37 Tahun 2007 (Kabupaten Padang Lawas Utara) dan UU No 38 Tahun 2007 (Kabupaten Padang Lawas).

Padang Lawas yang juga disebut dengan nama Padang Bolak (padang yang luas) terkenal sebagai padang penggembalaan yang menjadi pusat penghasil ternak kerbau, lembu, dan kambing. Bagi penduduk Padang Bolak, ternak tidak saja dikaitkan dengan kebutuhan kegiatan adat/budaya dan hari raya juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekonomi dan perdagangan yang konon mengisi pasar domestik yang mampu melintasi propinsi. Jauh di masa ‘doeloe’ keberadaan populasi ternak yang banyak di wilayah Padang Bolak diduga menjadi alasan Rajendra Cola I membuka wilayah di kawasan ini (yang terlihat dari adanya peninggalan candi).

20/03/11

Sungai Batang Ayumi di Kota Padang Sidempuan: Pelestariannya Mulai dari Pemecahan Masalah Sanitasi (Bagian-1)

Oleh Akhir Matua Harahap

Sungai Batang Ayumi dilihat dari jembatan Siborang (Foto..)
Sungai Batang Ayumi bagi sebagian warga Padang Sidempuan adalah bagian masa lalu yang tidak terlupakan, karena semasa kanak-kanak sungai ini dijadikan sebagai lubuk (kolam berenang) dan arena arung jeram dengan menggunakan ‘batang pisang’. Juga sungai ini menjadi tempat memancing dan ‘manjala’ ikan. Kala itu, sungai ini dimanfaatkan untuk mandi yang membersihkan badan maupun mencuci pakaian. Tapi, pada masa kini, Sungai Batang Ayumi tampak ‘merana’ dan terabaikan, keruh dan tidak jernih, serta kotor dan sebagian masyarakat merasakan air sungai sudah mulai berbau. Akibatnya, Sungai Batang Ayumi sebagai salah satu ‘ikon’ Kota Padang Sidempuan, secara tidak terasa telah turut melunturkan citra kota yang dulu terbilang asri. 

Sunga Batang Ayumi di Padang Sidempuan, 1935 (Foto: KITLV)
Pada masa lalu, sungai ini begitu mempesona, jernih dan bahkan menjadi salah satu alasan di masa ‘doeloe’ untuk dijadikan sebagai bagian benteng pertahanan kota karena arusnya yang deras yang sulit diseberangi. Pada masa kini, sungai ini tampak loyo. Kalau dulu air sungai mampu menutupi lebar sungai, tapi kini, sepintas tampak bagaikan selokan besar yang hanya  bagian sungai yang terdalam saja yang masih terlihat ada arus. Dengan jarangnya terjadi air bah, maka bagian sisi dalam sungai sudah tampak mulai menghijau oleh rumput liar dan semak, sementara bantaran/tepi sungai sudah terlihat terdesak oleh bangunan-bangunan tempat tinggal (yang mungkin melanggar aturan tata ruang).

19/03/11

Propinsi Tabagsel (Tapanuli Bagian Selatan)


Oleh Ir. H. Chaidir Ritonga, MM 

Masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) sudah saatnya bersatu padu, menyamakan persepsi dan menyatukan langkah melakukan upaya-upaya yang nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan produktiftas dan meningkatkan kesejahteraan. Salah satu langkah kearah itu ialah membentuk daerah otonomi baru Propinsi Tabagsel. Langkah-langkah kearah itu nampaknya sudah bergulir. Dan sambutan semua tokoh-tokoh Angkola-Mandailing, di Jakarta dan Medan nampaknya sangat antusias.

Diskursus mengenai moratorium pemekaran yang akhir-akhir makin kuat disuarakan seyogianya tidak perlu mengurangi upaya pemerkaran yang murni bagi meningkatkan pembangunan daerah dan kesejahteraan rakyat yang jauh tertinggal seperti Tapanuli Selatan. Bagaimanapun pemekaran telah terbukti mampu memperpendek jarak rentang kendali dan membuat pelayanan publik lebih dekat pada masyarakat di beberapa daerah pemekaran.

14/03/11

Panyabungan: Selangkah Lagi Menjadi Sebuah Kota

Kecamatan Panyabungan yang dulunya bagian dari Kabupaten Tapanuli Selatan, kini  semakin mekar seiring dengan terbentuknya Kabupaten Mandailing Natal (UU RI No 12 Tahun 1998). Jumlah kecamatan yang ada sekarang terdiri dari lima kecamatan total penduduk keseluruhan sebanyak 126.171 jiwa (Sensus Penduduk 2010). Jumlah penduduk lima kecamatan di Panyabungan pada saat ini tidak jauh berbeda ketika Padang Sidempuan berubah status menjadi sebuah kota pada tahun 2001 (153.009 jiwa).

Kecamatan
Penduduk
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
Angka
Persen
Panyabungan Kota
37.559
39.858
77.417
60.51
Panyabungan Selatan
4.486
4.900
9.386
7.34
Panyabungan Barat
4.181
4.704
8.885
6.94
Panyabungan Utara
9.705
10.258
19.963
15.60
Panyabungan Timur
5.960
6.334
12.294
9.61
Total
61.891
66.054
127.945
100.00

Dengan jumlah penduduk yang memadai, Panyabungan yang dulunya sebuah kecamatan dimungkinkan berubah status menjadi sebuah kota. Sebagaimana dimaksud pada PP No 78 Tahun 2007 tentang Pembentukan Daerah, pembentukan daerah kota dapat berupa pemekaran dari 1 (satu) kabupaten menjadi 2 (dua) kabupaten/kota atau lebih dengan memenuhi cakupan wilayah pembentukan kota paling sedikit 4 (empat) kecamatan. Daerah yang dibentuk sebagaimana dimaksud dalam Peraturan Pemerintah tersebut dapat dimekarkan setelah mencapai batas minimal usia penyelenggaraan pemerintahan 7 (tujuh) tahun bagi kabupaten. Dengan menghitung mundur dari sekarang pada masa pembentukan Kabupaten Mandailing Natal (1998) selama 12 tahun, maka syarat perlu yang dibutuhkan dalam pembentukan sebuah kota sudah dapat dipenuhi. Kini, tugas berikutnya adalah memenuhi syarat cukupnya, yang secara teknis sebagai berikut: